Recent Posts

Powered By Blogger

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 Juli 2016

Kuku Bima ener-G Dan Extra Joss : Siapa Yang Mampu Memenangkan Pasar Minuman Energi?

Jika Anda diminta menyebutkan dua merek yang berasosiasi dengan minuman penambah tenaga non-cair (serbuk), merek apa yang segera terlintas di kepala Anda? Secara umum, orang-orang akan menjawab Kuku Bima Ener-G dan Extra Joss meskipun dia bukan konsumen merek tersebut.

Extra Joss sebagai produk minuman energi serbuk mulai dipasarkan pada tanggal 25 November 1994 oleh PT Bintang Toedjoe. Saat itu, Extra Joss masuk ke dalam pasar minuman energi yang dikuasai merek asing. Merek-merek asing tersebut menawarkan produknya dalam bentuk cair dan dikemas dalam botol. Akibatnya, harga produk-produk tersebut relatif mahal dan hanya dapat dijangkau kalangan menengah atas.

Melihat keadaan tersebut, PT Bintang Toedjoe dengan kekuatan distribusi ke seluruh provinsi di Indonesia mulai melancarkan serangannya. Extra Joss dikomunikasikan sebagai merek inovatif yang memberikan “biang” berupa serbuk dalam kemasan sachet. Extra Joss juga menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan harga minuman energi menjadi mahal adalah kemasannya. Maka muncullah tagline, “Ini biangnya, buat apa beli botolnya!” dengan endorser Donny Kesuma.

Strategi Extra Joss sukses dengan sangat baik di pasaran dan merebut hati para konsumen yang berlatang belakang ekonomi menengah bawah meski hanya menawarkan satu varian rasa, yaitu rasa masam dengan warna kuning.

Sayangnya peribahasa “Tak ada yang abadi” berlaku dengan sangat baik dalam pasar yang didominasi Extra Joss. PT Sido Muncul dengan merek dagang Kuku Bima Ener-G meluncur pada tahun 2004 dengan menggandeng para olahragawan, tokoh nasional dan selebritis, antara lain Ade Rai dan Rieke Dyah Pitaloka. Kuku Bima Ener-G masuk ke dalam pasar minuman energi serbuk dengan menyempurnakan suatu hal yang dipandang sebagai kekurangan Extra Joss, yaitu tidak adanya varian rasa dan warna selain masam dan kuning.

Dengan penawaran minuman energi serbuk yang terdiri dari berbagai varian rasa dan warna, antara lain Original, Anggur Merah Bali, Jambu Merah Jakarta dan Jeruk Pontianak, Kuku Bima Ener-G pun dengan sangat cepat berhasil menjadi favorit konsumen Indonesia. “Kue” yang selama ini seakan-akan dimakan sendirian oleh Extra Joss mulai digerogoti Kuku Bima Ener-G sedikit demi sedikit. Berdasarkan data PT Kalbe Farma Tbk (2009), pangsa pasar Kuku Bima Ener-G melejit dengan sangat cepat dari 8.9% (2007) ke 30% (2009). Di sisi lain, meski Extra Joss masih kukuh di puncak, pangsa pasarnya sudah menurun ke angka 34%.

Seakan-akan tidak cukup dengan memakan “kue” Extra Joss, Kuku Bima Ener-G juga menarik para endorser Extra Joss untuk bergabung dengannya, antara lain Donny Kesuma dan Chris John. Kuku Bima Ener-G kemudian juga menarik endorser fenomenal yang tetap digunakan meski sudah meninggal, yaitu Mbah Maridjan yang terkenal dengan pekikan, “Rosa!”.

Melalui berbagai langkah marketing dan komunikasi yang sudah dilakukan,  khususnya sejak 2007, Kuku Bima Ener-G menunjukkan kekonsistenan mulai dari jajaran endorser hingga slogan “Rosa!”. Hal sebaliknya justru dilakukan Extra Joss. Bisa jadi karena kekurang konsistenan dalam penggunaan endorser dan bentuk komunikasi yang digunakan menyebabkan Extra Joss harus menyerahkan sebagian pasarnya kepada Kuku Bima Ener-G.

Top Brand Index Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G

Top Brand Index Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G

Memasuki tahun 2010, mari kita mencoba melihat persaingan Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G berdasarkan Top Brand Index. Berdasarkan pengukuran Top Brand Index 2010 – 2014, Extra Joss masih menjadi merek yang top di benak konsumen. Dalam Top Brand Index, setelah Extra Joss sempat mengalami kenaikan pada 2011 ke 62.8%, merek tersebut kembali menurun secara konsisten setiap tahunnya hingga ke angka 25.9% pada 2014, penurunan tersebut dapat dikatakan tidak signifikan.

Tabel Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G

Sekarang, mari kita membedah Top Brand Index (TBI) kedua merek pada 2014. TBI Extra Joss senilai 47.7% diperoleh dengan mendapatkan Top Of Mind (TOM) sebesar 45.8%, Last Usage (LU) sebesar 49.9% dan Future Intention sebesar 48.1%. Hal ini menggambarkan bahwa sebanyak 45.8% konsumen langsung mengasosiasikan merek Extra Joss dengan minuman penambah tenaga non-cair, merek  minuman penambah tenaga non-cair yang terakhir dikonsumsi 49.9% konsumen adalah Extra Joss dan sebanyak 48.1% konsumen berniat mengonsumsi kembali Extra Joss di masa depan.

Bagaimana dengan Kuku Bima Ener-G? TBI sebesar 25.9%  didapatkan setelah meraih TOM sebesar 17.7%, LU senilai 32.0% dan FI pada angka 30.7%. Berarti, ada 17.7% konsumen mengasosiasikan dengan segera merek Kuku Bima Ener-G dengan minuman penambah tenaga non-cair, sebanyak 32.0% konsumen merek minuman penambah tenaga non-cair terakhir kali mengonsumsi Kuku Bima Ener-G dan sebanyak 30.7% konsumen berniat mengonsumsi kembali Kuku Bima Ener-G di masa depan.

Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G: Siapa yang Menjadi Pemenang di Masa Mendatang?

Hasil TBI pada 2014 tersebut menunjukkan angka-angka yang sangat menarik. Salah satu hal yang paling menarik adalah menginterpretasi hubungan antara asosiasi merek, merek yang dikonsumsi dan rencana konsumsi di masa depan. Dalam TBI 2014, meski Kuku Bima Ener-G memiliki asosiasi merek yang kurang tinggi (TOM 17.7%), tingkat konsumsinya justru meningkat hampir dua kali lipat (LU 32.0%) dan rencana konsumsi merek Kuku Bima Ener-G di masa depan tetap ada di kepala 3 (FI 30.7%).

Extra Joss meski masih konsisten menjadi jawara dalam hal asosiasi merek (TOM 45.8%), tingkat konsumsi relatif tidak ada perbedaan signifikan (LU 49.9%) dan rencana konsumsi Extra Joss di masa mendatang malah ada di angka yang lebih rendah dari LU (FI 48.1%).

Mengetahui informasi TBI tersebut, tentulah akan menjadi hal yang sangat menarik untuk terus mengetahui strategi kedua merek demi mempertahankan konsumen, menambah jumlah mereka dan pastinya, meningkatkan penjualan. Persaingan Extra Joss dan Kuku Bima Ener-G yang sudah sangat runcing juga menjadi bahan obrolan menarik bagi para marketer. Mungkin di dalam benak mereka muncul pertanyaan,

“Kira-kira, iklan dan kampanye saling ejek seperti apa lagi yang akan dipublikasikan di masa depan?”

Di kutip dari berbagai sumber

POWER OF CONTEXT


Manusia terlalu percaya akan dirinya bahwa dia akan dapat rasional dalam mengambil keputusan. Padahal kenyataannya tidak. Sebagai contoh, sering saya melihat teman yang pemakaian kartu kreditnya berlebihan. Kalau ditanya, mereka sudah mengontrolnya dan merasa memakai sedikit saja. Padahal kenyataannya tagihannya jauh melebihi dari dugaannya.

Mengapa ? Karena menggunakan kartu kredit tidak terasa beda membayar 70.000 atau 700.000 atau 2.700.000. Rasanya sama. Tinggal tanda tangan saja. Makan 40.000 tanda tangan, selesai. Beli barang 3.000.000 tanda tangan, selesai juga. Rasa meneken tanda tangan ini sama. Semua pakai kertas kecil yang tidak ada bedanya antara 70.000 atau 700.000.


Anda tidak merasa berat untuk mengeluarkan uang. Bandingkan kalau anda membayar dengan uang seperti biasanya. Beli 40.000 anda akan mengeluarkan 4 lembar 10.000-an. Bahkan kalau membayar 2.000.000, harus 2 tumpuk uang sejutaan. Ini akan terasa beda bayarnya karena kelihatan banyaknya lembar uang yang dikeluarkan.

Manusia terlalu mempercayai otak kanannya. "Oh ya, saya ingat kok. Kemarin belanja ini 1 juta. Lalu yang itu 1 juta," kata dia. Tapi dia tidak merasa lagi berapa total keseluruhannya. Karena itu kalau anda lihat kenapa semua bank mengobral kartu kredit dan pemakaiannya. Anda saksikan iklan-iklan yang berisi pembelian dengan bunga 0%, diskon ini-itu atau buy 1 get 2 dan sebagainya. Juga ada iming-iming gratis iuran tahunan pertama, padahal orang lupa memperhatikan masa kartu kreditnya. Ingatnya ketika sudah ditagih. Maka mereka menunggu setahun lagi untuk membatalkannya. Tahun depannya juga ingat setelah telat sebulan dan diteruskan sampai terus-menerus. Sehingga banyak orang punya 5 kartu kredit serta selalu lupa membatalkan ketika tagihan iuran tahunannya sudah berjalan.

Para bank yang mengeluarkan kartu kredit ini tahu bahwa anda sering lupa. Manusia tidak dapat dipercayai akan akal perhitungannya. Contoh lain, keanggotan fitness centre sebuah hotel berbintang untuk berolah raga. 1 tahun bayar 3 juta atau bulanan bayar 250 ribu. Kalau kasus seperti ini, sebaiknya anda bayar bulanan, meski harus 300 ribu sekalipun. Mengapa ? Kalau bayar sebulan sekali, anda menjadi sadar telah membayar sehingga harus berolah raga. Tapi kalau bayar tahunan, anda baru ingat ketika baru membayar atau adanya tagihan tahun depan. Sehingga di tengah-tengah tahun, anda tidak memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga.

'Power of context', atau "kekuatan keadaan", membuat kita tidak logis dan rasional, karena kita terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita dalam mengambil keputusan. Dunia bisnis sering memanfaatkan ini untuk membuat anda lebih banyak membeli barang, andapun harus lebih jernih melihat ini dan mengantisipasi keadaan.


Tanadi santoso

Rabu, 20 Juli 2016

3V Talking


Sebuah riset di Amerika menunjukkan bahwa saat berkomunikasi, orang menangkap apa yang kita maksudkan 55% adalah dari gerak - gerik kita saat bicara, 37% adalah dari intonasi suara kita, dan hanya 8% orang memperhatikan kata - kata yang kita ucapkan.

Seringkali kita berpikir sebaliknya, bahwa kata - kata yang kita ucapkan akan mempengaruhi maksud yang ditangkap oleh lawan bicara kita. Kita jadi sering membuang waktu untuk berhati - hati menyusun kata - kata yang akan kita sampaikan pada saat berbicara. Hal ini memang ada benarnya. Tapi yang lebih menentukan sampai tidaknya maksud yang kita sampaikan adalah dari gerak - gerik visual tubuh kita saat bicara.

Ada 3 V yang harus anda perhatikan dari proses komunikasi ini yaitu Visual : bagaimana orang memperhatkan gerak - gerik kita pada saat ber bicara, yang akan mempengaruhi 55% penyampaian maksud dalam komunikasi. Kemudian ada pula Voice : bagaimana kita memberikan intonasi dan nada dalam pengucapan kata - kata tersebut, yang mempengaruhi hingga 37% penyampaian maksud dalam komunikasi. Yang terakhir adalah Vocal : yaitu kata - kata yang kita pilih, yang hanya mempengaruhi 8% dari penyampaian maksud dalam komunikasi.

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa yang mempengaruhi orang pada saat berkomunikasi adalah gerak - gerik visual yang memberikan ekspresi dan intonasi suara yang menentukan ada tidaknya antusiasme dan emosi dalam cara kita berbicara. Misalnya saja, anda mengucapkan kata - kata "Bagus ya!", yang pertama anda mengucapkannya dengan tersenyum dan intonasi yang bersemangat, orang akan mengerti bahwa anda sedang memujinya. Tapi bila kata - kata yang sama anda ucapkan dengan ekspresi wajah datar dan dengan nada sinisme, dia akan mengerti bahwa anda sedang menyindirnya. Demikian pula bila anda mengucapkan sesuatu dengan tidak tulus. Secara tidak sadar tubuh dan ekspresi wajah anda akan menyampaikan ketidaktulusan tersebut pada lawan bicara anda.

Perlu anda sadari bahwa dalam komunikasi, selalu terjadi sinkronisasi antara apa yang anda ucakpan dan apa yang anda rasakan pada lawan bicara anda saat anda mengucapkan kata - kata tersebut. Hal ini secara halus tercermin dan akan dengan cepat ditangkap oleh lawa bicara anda sehingga ia akan dapat memutuskan apa maksud anda sebenarnya.

Perhatikan kembali 3 V yang tadi telah disebutkan harus ada kesinkronan bila anda dalam 3 elemen ini bila anda menginginkan maksud anda ditangkap dengan baik oleh lawan bicara anda. Maka, anda betul - betul harus memperhatikan ekspresi gerak tubuh, wajah, maupun intonasi anda saat berbicara untuk meyakinkan lawan bicara akan maksud anda yang sebenarnya.

Mitra Bisnis, dalam kehidupan bisnis pasti anda akan sering menghadapi saat dimana anda harus bicara pada orang lain. Pada saat - saat seperti itu, perhatikan dengan cermat 3 V anda agar kiranya lawan bicara anda mengerti dengan baik apa yang anda maksudkan.

Demikianlah Bisnis Wisdom kesempatan ini, kiranya dapat berguna dalam meningkatkan bisnis anda!

Tanadi santoso

Kamis, 30 April 2015

iming - iming Gratis

Iming-Iming Gratis
Coba anda pilih dari 2 pilihan ini. Pilihan pertama anda mendapat kupon berbelanja gratis senilai 100 ribu rupiah. Atau pilihan kedua, anda mendapat kupon berbelanja 200 ribu rupiah tapi harus membayar 60 ribu rupiah. Kebanyakan orang akan memilih yang pertama. Gratis 100 ribu rupiah. Padahal pilihan kedua mendapatkan kupon yang 200 ribu rupiah dengan harga 60 ribu rupiah, anda masih untung 140 ribu rupiah. Ternyata manusia tidak mau beresiko dengan mengeluarkan uang sedikitpun kalau ada pilihan tidak membayar sama sekali. Nah, kata gratis (free) untuk penjualan ternyata mempunyai dampak yang luar biasa. Kalau anda lihat penjualan di mana pun selalu menggunakan kata gratis ini. Seperti ?Beli 2 Gratis 1.? Atau ?Buy 1 Get 1 Free, Buy 2 Get 1 Free.? Ternyata kata gratis ini mempunyai daya tarik sendiri. Amazon adalah toko buku online terbesar di dunia. Ketika Amazon mengamati penjualan ternyata pembeli rata-rata hanya membeli 1 buku. Maka Amazon Amerika melakukan promosi beli 2 atau lebih berapapun harganya ongkos kirimnya gratis. Padahal kalau cuma beli 1 akan dikenai ongkos kirim USD 3. Ternyata penjualannya naik drastis. Orang yang tadinya hanya ingin membeli 1, jadinya membeli 2, karena ingin dapat gratis ongkos kirimnya. Lalu Amazon melakukan promosi yang sama di Perancis. Bukan gratis sama sekali, tapi murah sekali. Untuk pengiriman kedua kalau beli 2 buku ongkos kirimnya USD 0,1. Jadi murah sekali. Ternyata promosi ini tidak mendongkrak penjualan. Orang tetap menganggap cuma membayar lebih murah, bukan gratis. Ketika promosi ?Free Shipment?, gratis pengiriman, orang tertarik dengan promosi ini. Jadi kita harus berhati-hati ketika kita melihat tawaran gratis ini. Kalau kita jalan-jalan ke mall misal ke toko parfum, sering ada penawaran beli minimal 300 ribu rupiah gratis dompet senilai 50 ribu rupiah. Mungkin dompet ini harga belinya Cuma 25 ribu rupiah. Kita yang awalnya hanya bermaksud membeli parfum senilai 150 ribu rupiah, karena ingin mendapat dompet, maka kita belanjakan senilai 300 ribu rupiah. Nah, penjual juga mengerti hal ini. Dan sering menggunakannya sebagai salah satu strategi jualan. Kita sebagai pembeli harus berhati-hati ketika melihat sesuatu yang gratis ini. Coba pikirkan ulang apakah betul kita membutuhkan hal itu. Kalau tidak, jangan tertarik dengan kata-kata g

Jumat, 23 Januari 2015

TOLSTOY

Penulis Rusia yang hebat, Leo Tolstoy, pada suatu hari berjalan jalan, dan merasa kasihan pada seorang pengemis. Maka dia berhenti, dan ingin memberi uang kepada si pengemis.

Ketika dia merogoh kantongnya, baru disadarinya dia tidak membawa uang. Maka dijabatnya tangan si pengemis sambil berkata: "Saudaraku jangan marah, maafkan aku,hari ini aku tidak membawa uang." Si pengemis tiba2 matanya berbinar binar, dengan syukur dan penuh kebahagiaan dia berkata: " Aku tidak mungkin marah, perkataanmu telah merupakan penghargaan yang terbesar yang aku pernah rasakan selama ini."

Leo Tolstoy memang tidak memberi uang, tapi dia telah mengembalikan harga diri sorang pengemis yang biasanya selalu di rendahkan masyarakat.
Dan nilai kata2 satu kalimat Tolstoy telah memberikan nilai yang jauh lebih besar dari uang yang bisa diberikan kepada pengemis.

Setiap manusia, apapun latar belakangnya, mempunyai kesamaan yang mendasar. Semuanya ingin dipuji, ingin diakui, ingin dihargai, ingin didengarkan, dan ingin dihormati. Tidak peduli dia adalah pengemis, ataupun pebisnis, atau pun pengusaha kaya, selalu mempunya ego dan keinginan yang sangat manusiawi ini.

Dan rahasia sederhana ini pasti akan meningkatkan kemampuan anda dalam berhubungan dengan siapapun didalam network anda. Kita harus belajar melihat siapapun sebagai manusia yang mempunyai kelebihan sendiri sendiri.

Kita harus mampu menghargai orang lain, dari dalam hati kecil kita. Tulus menganggap orang lain setara, atau bahkan lebih dari kita. Dengan demikian maka segala urusan komunikasi akan selesai dengan sendirinya. Dan anda akan lebih mudah mencapai sukses anda.

tanadisantoso

by IPPO Ciken - otlet

Rabu, 03 Desember 2014

negara paling korup dunia

Korupsi selama ini menjadi masalah bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perbuatan korupsi di suatu negara terutama dilakukan oleh para pejabat pelayan publik.

Lembaga Transparency International (TI) kemarin merilis daftar terbaru peringkat indeks korupsi 175 negara. Indonesia tahun ini berada di peringkat ke-107 dengan skor 34. Lebih buruk dua poin ketimbang tahun lalu dan tahun 2013.

TI menggunakan metode Indeks Persepsi Korupsi dengan skor 100 dianggap negara paling bersih dan skor paling rendah berarti negara paling korup.

Denmark menjadi negara paling bersih dengan skor 92, diikuti Selandia Baru (91) dan Finlandia (89)

"Negara yang berada di urutan terbawah harus mengadopsi tindakan anti korupsi yang radikal demi rakyat mereka. Negara yang berada di peringkat atas harus memastikan tidak mengekspor praktik korupsi ke negara berkembang," ujar Jose Ugaz, kepala TI, dalam pernyataannya, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Rabu (3/12).

Dari 175 negara itu mana saja yang pejabatnya paling korup? Simak ulasannya berikut ini.

1. Sudan Selatan

Korupsi di Sudan Selatan sudah menjadi penyakit sejak 2004, ketika wilayah ini mendapat kekuasaan untuk meraup keuntungan dari penjualan minyak.

Sejak resmi memisahkan diri dengan Sudan pada 2011, negara seluas negara bagian Texas di Amerika Serikat ini punya cadangan minyak nomor lima di benua Afrika, termasuk ladang emas, dan sumber daya mineral lain, seperti dilansir surat kabar USA Today, tahun lalu.

Namun ironisnya Sudan Selatan termasuk negara paling miskin dan paling lambat berkembang. Tingkat melek huruf di negara ini hanya 27 persen. Konflik antar suku terus merongrong Sudan Selatan sejak 2011.

2. Afganistan

Lembaga rekonstruksi Afganistan (SIGAR) mengatakan pemerintah Amerika Serikat tidak berbuat banyak untuk memerangi korupsi di negara itu setelah menggelontorkan dana USD 103 miliar untuk membangun kembali negara itu dari perang.

" Korupsi di Afganistan lebih serius ketimbang pemberontakan," kata John Sopko, inspektur jenderal SIGAR, seperti dilansir surat kabar the Washington Times, Mei lalu.

Kondisi itu jelas menghambat proses pembangunan dan menghilangkan kesempatan rakyat Afganistan menikmati sumber daya alam yang mereka miliki. Mereka juga makin kurang percaya terhadap pemerintah.

3. Sudan

Usai puluhan tahun mengalami keguncangan politik, kerusuhan, perang saudara, Sudan kini menghadapi musuh baru: korupsi.

Penyakit laten di setiap pemerintahan ini bisa memicu konflik dan merusak sumber daya alam.

Korupsi biasanya dimulai dari rapuhnya sistem pemerintahan, rendahnya kapasitas pejabat pemerintah, lemahnya kontrol dan keterbukaan institusi, serta kaburnya batasan antara negara dan partai politik yang berkuasa.

Terpecahnya Sudan Selatan menjadi negara sendiri pada Juli 2011 membuat tantangan ekonomi dan politik bagi Sudan semakin berat. Korupsi merajalela di berbagai sektor, dalam berbagai bentuk. Lemahnya keterbukaan dalam hal pengelolaan minyak membuat Sudan terus dalam kondisi politik yang tidak stabil.

4. Somalia

Para politisi Somalia selama ini punya cara baru buat memperkaya diri di tengah penderitaan rakyatnya. Mereka membuat pos pengungsian gadungan untuk mendapat bantuan kemanusiaan dari negara-negara donor. Bantuan berupa aneka makanan itu lalu mereka jual di pasar gelap, seperti dilansir majalah Forbes 2011 lalu.

Begitulah salah satu cara mereka korupsi. Transparency International akhirnya menobatkan Somalia sebagai negara yang para pejabatnya paling korup sedunia. selama lima kali berturut-turut. Negara di benua Afrika itu hanya mendulang skor delapan dalam indeks persepsi korupsi.

5. Korea Utara

Sejajar dengan Somalia di peringkat paling bontot dalam daftar negara paling korup versi Transparency International, Korea Utara hanya mendapat nilai delapan seperti tahun lalu dan tahun 2012.

Penulis Melanie Kirkpatrick dari Institut Hudson, Washington, Amerika Serikat, mengatakan puluhan ribu warga negara pimpinan Kim Jong-un itu banyak yang hijrah ke Korea Selatan dan China lantaran tidak tahan tinggal di negerinya.

Dengan pemimpin yang kaku dan sistem kasta yang membolehkan orang militer menindas warga lain, membuat Korea Utara masuk dalam daftar negara paling korup.

Ayah Jong-un, Kim Jong-Il, tercatat pernah belanja jam mewah buatan luar negeri, mobil, dan celana dalam terbuat dari kain sutera buat merayakan hari ulang tahunnya.

"Tidak berlebihan kiranya menyebut Korea Utara sebagai negara paling korup di muka bumi," kata Kirkpatrick yang mewawancarai puluhan orang selama dua tahun buat merampungkan bukunya.

"Kebutuhan dasar buat hidup sehari-hari bergantung kepada siapa orang yang bisa Anda suap, kata dia.



Sumber: merdeka
#KPK #Korupsi #KKN #Kolusi #Nepotisme #Negara #NegaraTerkorup #Indonesia http://kidsfreecoloringpages.blogspot.com #KPKIndonesia #KoreaUtara #Sudan #SudanSelatan #Somalia #Afganistan

Nasehat Bung Tomo : Bila Diriku Menjadi Pemimpin Negara, Kujadikan Negeri Ini Berdasarkan Ridho Allah dan Al Quran

:Isteriku sayang, benar benar tadi , Allah SWT seolah olah telah membangkitkan kembali jiwa Bung Tomo-ku yang semurni murninya.
Jiwa Bung Tomo yang merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan tanah air dan bangsanya. Jiwa Bung Tomo yang dengan bersedia berkorban apapun juga, kecuali kehormatannya – tidak akan mengelakkan tanggung jawab itu.

Isteriku sayang, siang tadi, hampir tengah hari, saya menyatakan kepada Allah SWT, bahwa bila Allah SWT memang meridhoi, SAYA BERSEDIA MEMEGANG PIMPINAN NEGARA INI.
Pimpinan yang saya arahkan agar Negara kita ini, Republik Indonesia proklamasi 17 Agustus 1945, benar benar Negara yang diridhoi Allah SWT.

Secara perlahan saya ucapkan siang tadi – langsung kepada Allah SWT, saya tidak menginginkan penghormatan karena tanpa menjadi kepala Negara pun sudah cukup memperoleh penghormatan dari masyarakat ; saya tidak menginginkan kenikmatan hidup dengan kedudukan itu karena kami sudah merasakannya; kami tidak menginginkan memperoleh kekayaan dan kedudukan itu, karena tanpa kedudukan dalam pemerintahan, kami pun sudah berkecukupan.

Niat saya hanyalah, bila tidak ada orang lain yang dikehendaki Allah, dan diri kami diberi tugas memimpin Negara kami ini nanti, maka kami hanya akan mohon keridhoan Allah, sekali lagi agar kami dapat menciptakan bagi bangsa kami sebuah Negara yang benar benar diridhoi Allah SWT sebagaimana yang sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al Quran al Karim.

Kami mohon semoga kami tidak dipanggil “pulang kembali” oleh Allah SWT sebelum kami menyaksikan di dunia ini bahwa bangsa Indonesia sudah memiliki Negara yang diridhoi Allah SWT demikian itu.
Demikianlah, isteriku sayang, apa yang saya ucapkan perlahan siang tadi kepada Allah SWT yang Maha Pencipta, Yang Maha Kuasa, dan selanjutnya saya serahkan kepadaNya segala sesuatunya.
- Bung Tomo-